Mungkin alasan q milih PERSIB karena dr dlu q ska bgt maen bola & dr sejak kecil q ska nonton bla & yg q sukai di club indonesia adlah PERSIB krna maen'y bagus...........
ya wlupun kadang ska kalah tp yaaaaaaa......... nama'y juga bertanding pasti dunk da yg kalah & menang
heeee................
Dan dr dlu q slalu nyari org yg ska ma PERSIB tp org'y bru ketemu di SMP bahkan sampai skrng kita sahabatan, & ternyata dia lebih tau banyak tentang PERSIB sehingga q pun enak sahabatan ma dia & org'y nyambung, bahkan hobi kita hampir sama.................
hingga klu da dia q slalu nyaman yaaaa.......... wlupun klu di pikir2 kita slalu ngomongin yg ga perlu di omongin, & itulah yg membuat q senang ma dia...........
dia org'y jrg marah, slalu mengalah, & yg pling pnting dia ska pusing klu lihat q sdng pusing taw da mslh, jd dia slalu ingn membuat q tersenyum, yaaaa............... pkok'y baik deeeeeeech.................
tpi kadang dia ga mau kalah klu dah debat pa lg tentang fisika, huh................. emmmmmmmmmm................... q mu blng mksh m dia krn dah membuat q ska m fisika tp dlm hati q, q pngn skali ngalahin dia...................
makasih yaaaaaaaaa.................... dah mau jadi sahabat q
q kan slalu mengingat kmu, dan smoga kita tetap sahabatan.................................
Selengkapnya...
Jumat, 29 Mei 2009
Diposkan oleh Idol Dun's di 23:42 0 komentar Link ke posting ini
sejarah PERSIB
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetball Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda.
Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken ( VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan “ kelas dua “. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan dipusat kota, UNI dan SIDOLIG.Persib memenangkan “ perang dingin “ dan menjadi perkumpulan sepakbola satu- satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNU dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG ( kini Stadion Persib ), dan Lapangan SPARTA ( kini Stadion Siliwangi ). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepakbolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga diseluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar diberbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit- prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda ( NICA ) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950- an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah- pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R.Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.
Selengkapnya...
Diposkan oleh Idol Dun's di 23:41 0 komentar Link ke posting ini
Galery PERSIB
Mungkin ini adalah kumpulan gambar PERSIB jika kalian mau lihat silahkan............
KLIK...
WELCOME........^_^
Selengkapnya...
Diposkan oleh Idol Dun's di 23:22 0 komentar Link ke posting ini
PERSIB butuh pemain baru
Kamis, 28 Mei 2009

Jaya Hartono, “Persib Butuh Striker Berpostur Tinggi”
Selain menunggu kedatangan pemain asing yang berlaga di Kompetisi Malaysia, Persib kini sedang menanti kehadiran striker Julio Alcorse. Striker asal Argentina berusia 27 tahun ini, sebelumnya bermain di klub Marsaxlokk Liga Malta.
Marsaxlokk menjadi runner-up Liga Malta. Alcorse mencetak 12 gol dari 28 pertandingan. Pemain kelahiran 19 September 1981 ini memiliki tinggi 191 cm. Dikabarkan, Persiba Balikpapan juga tertarik untuk melihat kualitas pemain ini.
Nama Julio Alcorse ini pernah disebutkan oleh wakil manajer H. Umuh Muchtar. Namun, saat itu yang muncul ke media hanya nama depannya, Julio.
Pelatih Jaya Hartono mengaku tertarik dengan penampilan dia, setelah melihat rekaman permainannya. Namun, Persib harus bersabar menunggu dia karena dijadwalkan baru datang ke Indonesia pada pertengahan Juni mendatang.
“Persib butuh striker berpostur tinggi. Depan harus banyak pilihan. Karena itulah Persib masih memerlukan striker asing. Akan tetapi, kalau dilihat dari segi kekompakan, saat ini lini depan sudah cukup baik,” ujar Jaya, seusai uji coba Persib melawan klub Divisi III Jabar, 007 FC di Stadion Persib, Rabu (28/5). Persib menang 11-0.
Keinginan Jaya memiliki striker jangkung ini bukan tanpa alasan. Pada sesi uji coba kemarin, penyerang Persib, Zaenal Arif, Airlangga, dan Hilton Moreira dinilai masih lemah dalam sundulan, terutama dalam memanfaatkan umpan-umpan silang matang dari sayap kiri dan kanan. “Tadi banyak peluang yang harusnya bisa lebih cepat menjadi gol. Umpan dari Atep (sayap kanan) dan Siswanto (sayap kiri), cukup memanjakan striker,” ujarnya.
Sayangnya, sundulan pemain depan Persib itu tidak akurat sehingga terkadang bola tepat ke arah kiper atau jauh dari sasaran gawang. Untuk itu, Jaya akan mengasah lagi ketajaman pemain depan dan tengah, sambil menunggu kedatangan pemain asing baru.
“Pada menit-menit pertama, sedikitnya lima pelaung Zaenal Arif gagal berbuah gol. Kalau terjadi pada pertandingan resmi, ini sangat berbahaya. Pemain bisa frustasi. Ini bahan evaluasi yang harus diperbaiki Persib sebelum menghadapi Sriwijaya FC,” kata Jaya
Permainan meningkat
Dalam permainan selama 2 X 60 menit kemarin, skema yang sudah dirancang pelatih sudah mulai terlihat. Tampil dengan pola 4-4-2, peran pemain lini tengah dan depan, sudah cukup baik. Pada babak pertama, Atep menempati gelandang kanan, sedangkan Siswanto di kiri. Salim Alaydrus dan Suwita Pata di tengah. Serangan yang dibangun dari kedua sayap cukup rapih. Atep dan Siswato bisa memberikan umpan silang akurat ke kotak penalti. Empat pemain belakang sejajar, ditempati Harri Salisburi (kiri), Gilang Angga (kanan), Edi Hafid dan Nyeck Nyobe (tengah). Sementara itu, posisi striker ditempati Hilton dan Zaenal.
Pada babak kedua terjadi perubahan total pemain. Namun, permainan menjadi berubah. Eka Ramdani (kanan), Lorenzo Cabanas (kiri), Hilton dan Hariono ditarik ke tengah. Dengan materi ini, permainan Persib menjadi lebih sering bermain bola-bola bawah pendek, sehingga umpan-umpan silangnya lebih sering datar.
“Karakter pemain berbeda-beda, sehingga permainan pun bisa berubah. Tapi, memang harus seperti itu, sehingga serangan-serangan lebih bervariasi,” ujar Jaya.
Gol Persib masing-masing dicetak Zaenal Arif (5 gol) pada menit ke-13, 50, 66, 84, dan menit ke-120, Hilton Moreira dari titik penalti menit ke-47 dan 48, sementara gol lainnya dilesakkan gelandang Lorenzo Cabanas pada menit ke-62, 88, dan 109 dari titik penalti. Selain itu, striker Airlangga pun melesakkan gol pada menit ke-80.
Selengkapnya...
Diposkan oleh Idol Dun's di 02:23 0 komentar Link ke posting ini
Persib pun didukung oleh materi pemain yang berkualitas di setiap lini.Setelah tampil mengecewakan di partai ujicoba terakhir, dikalahkan Persikabo Bogor 2-0, Persib dapat bangkit di pekan pertama ISL. Secara spektakuler Persela Lamongan dikalahkan 5-2. Sebuah penampilan sensasional yang langsung membawa Persib ke puncak klasemen di pekan pertama.Namun, tak dinyana, penampilan luar biasa Persib hanya terjadi di pekan pertama. Setelah itu Persib mengalami tiga kali kekalahan beruntun!Mimpi buruk Persib dimulai pada tanggal 20 Juli saat Persib menghadapi musuh bebuyutan Persija Jakarta di Stadion Siliwangi Bandung. Tak terima karena Persib kalah dan tak puas pada keputusan wasit bobotoh mengamuk. Malam yang sejuk itu berubah menjadi mencekam. Buntut dari kerusuhan tersebut komisi disiplin (komdis) melarang bobotoh menonton Persib dengan atribut selama setahun. Hukuman yang masih bisa diterima oleh bobotoh karena yang penting masih bisa menonton Persib walaupun tanpa atribut. Namun ternyata masih banyak cobaan yang harus menimpa Persib.
Selengkapnya...
Diposkan oleh Idol Dun's di 02:21 0 komentar Link ke posting ini















